
Satelit alami Bumi yakni Bulan selama telah diyakini kaya akan air es yang mencapai 1,6 miliar ton.
Tim ilmuwan baru - baru ini telah disibukkan dengan misi berusaha memecahkan misteri soal ditemukannya air yang berada di bulan. kali ini para ilmuan telah menemukan jawaban bahwa sebenarnya sumber air itu adalah aliran partikel yang berasal dari Matahari.
Dilansir dari The Hindu, penemuan yang diungkap para peneliti dari University of Michigan itu telah menunjukkan bahwa es di dalam kawah yang secara permanen tersebut tertutup oleh bayangan bulan, mengandung atom hidrogen yang dibawa angin Matahari.
Para ilmuan menganalisa sampel Apollo yang telah mengungkap akan keberadaan sejumlah hydroxyl. Senyawa tersebut berada di dalam gelas yang terbentuk karena tumbukan meteorit mikro di bagian regolith itu.
"Kami telah menemukan bahwa komponen air tersebut atau hydroxyl yang berada di regolith.Merupakan hasil dari angin Matahari tersebut yang mengandung proton. Senyawa ini bila digabungkan dengan oksigen dia akan membentuk hydroxyl,"Kata ahli Geological Science, Youxue Zhang.
"Ini juga hasil dari kerja keras kami bahwa menunjukkan adanya komponen hydroxyl di berbagai benda itu. Meskipun tidak dalam bentuk es ataupun benda cair, nantinya akan tetap bermanfaat untuk misi untuk mengirimkan manusia kebulan," Perkataannya.
